Tugas 10 KPPL Rafie Zaidan U 5025231245
Nama: Rafie Zaidan Umara
NRP: 5025231245
Mata Kuliah: KPPL (E)
NRP: 5025231245
Mata Kuliah: KPPL (E)
Studi Kasus Kebutuhan Perangkat Lunak
Studi Kasus
PT. Travelo adalah perusahaan yang bergerak di bidang perjalanan dan pariwisata. Untuk meningkatkan kualitas pelayanannya, perusahaan ini berencana untuk mengembangkan sistem pemesanan tiket secara online yang mencakup tiket pesawat, kereta api, dan hotel. Mereka menginginkan sistem ini mudah digunakan, aman, dan dapat diakses melalui perangkat mobile. Sebagai analis sistem, Anda bertanggung jawab untuk mengidentifikasi kebutuhan dalam tahap pengumpulan kebutuhan sistem ini.
Permintaan dan Harapan dari Pemangku Kepentingan:
- Pengguna (Traveler): Menginginkan antarmuka yang user-friendly, kemampuan untuk mencari tiket dengan berbagai filter, serta opsi pembayaran yang aman.
- Administrator Sistem: Membutuhkan akses untuk mengelola data penerbangan, perjalanan kereta, dan hotel, serta memantau transaksi.
- Tim Manajemen: Menginginkan laporan penjualan secara real-time dan data statistik untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.
- Departemen Keamanan IT: Meminta fitur keamanan tambahan, termasuk enkripsi data dan otentikasi dua faktor untuk proses pembayaran.
Identifikasi Kebutuhan
1. Kebutuhan Fungsional
- Pencarian dan Pemesanan Tiket:
- Sistem harus memungkinkan pengguna mencari tiket pesawat, kereta api, dan hotel dengan berbagai filter, seperti tanggal, lokasi, harga, dan durasi.
- Pengguna harus dapat memilih tiket yang diinginkan dan melakukan pemesanan langsung melalui platform.
- Harus ada fitur pemesanan multi-tiket untuk memudahkan pemesanan gabungan, misalnya antara tiket pesawat dengan hotel atau tiket kereta api dengan hotel.
- Sistem Pembayaran:
- Beragam metode pembayaran harus tersedia, termasuk kartu kredit, transfer bank, dan e-wallet untuk kenyamanan pengguna.
- Sistem harus terintegrasi dengan gateway pembayaran yang menjamin keamanan transaksi.
- Notifikasi otomatis harus diberikan untuk transaksi yang berhasil maupun gagal.
- Manajemen Data dan Transaksi:
- Administrator harus dapat mengelola data penerbangan, perjalanan kereta, dan hotel, seperti menambah, memperbarui, dan menghapus data.
- Administrator juga harus dapat memantau transaksi yang sedang berlangsung serta mengakses riwayat transaksi untuk keperluan audit.
- Sistem harus menghasilkan laporan transaksi yang mudah dibaca dan dapat diunduh oleh tim manajemen untuk analisis lebih lanjut.
- Laporan dan Statistik:
- Laporan penjualan dan statistik harus dapat diakses oleh tim manajemen secara real-time.
- Laporan ini sebaiknya tersedia dalam format harian, mingguan, dan bulanan.
- Keamanan dan Otentikasi:
- Sistem harus menyediakan otentikasi dua faktor untuk pembayaran sebagai lapisan keamanan tambahan.
- Data sensitif pengguna, termasuk informasi pembayaran, harus dienkripsi.
2. Kebutuhan Non-Fungsional
- Kemudahan Penggunaan (Usability):
- Sistem harus memiliki antarmuka yang intuitif dan mudah digunakan agar pengguna dapat dengan cepat menavigasi, mencari, dan memesan tiket.
- Sistem harus mendukung aksesibilitas di perangkat mobile dan desktop.
- Kinerja (Performance):
- Sistem harus mampu menangani minimal 1.000 transaksi per menit tanpa mengganggu pengalaman pengguna.
- Waktu respons sistem harus kurang dari 2 detik untuk tindakan utama seperti pencarian dan pemesanan.
- Skalabilitas (Scalability):
- Sistem harus dapat berkembang sesuai dengan peningkatan jumlah pengguna dan volume transaksi.
- Sistem perlu mendukung pengembangan fitur tambahan, seperti layanan paket wisata atau rental kendaraan.
- Keamanan (Security):
- Data pengguna harus dienkripsi dengan standar industri untuk menjaga kerahasiaan dan keamanan.
- Sistem harus memenuhi standar keamanan, seperti PCI DSS untuk transaksi kartu kredit.
- Ketersediaan (Availability):
- Sistem harus tersedia 24/7 dengan tingkat downtime minimal, tidak lebih dari 1% dalam setahun.
- Sistem perlu memiliki fitur backup otomatis dan prosedur pemulihan data untuk mengantisipasi kemungkinan kegagalan sistem.
- Kepatuhan (Compliance):
- Sistem harus mematuhi peraturan terkait perlindungan data pribadi, seperti GDPR, dan peraturan lain yang relevan di wilayah operasionalnya.
3. Dokumentasi Kebutuhan
- Requirement ID: Setiap kebutuhan harus memiliki ID atau kode unik untuk pelacakan.
- Deskripsi Kebutuhan: Penjelasan rinci mengenai masing-masing kebutuhan dan perannya dalam sistem.
- Prioritas: Tingkat prioritas kebutuhan, misalnya "Tinggi" untuk kebutuhan yang sangat penting bagi sistem.
- Pemangku Kepentingan: Identifikasi pemangku kepentingan terkait dengan setiap kebutuhan, seperti pengguna akhir, administrator, atau tim keamanan.
- Status Kebutuhan: Menunjukkan status dari setiap kebutuhan, apakah sudah disetujui, masih dalam pembahasan, atau telah diterapkan.
Comments
Post a Comment