Tugas Pertemuan 2 PBO -Pengertian atau Konsep OOP
NRP: 5025231245
Kelas: Pemrograman Berorientasi Objek (A)
- Class
Konsep class diimplementasikan secara luas di berbagai bahasa pemrograman, meskipun dengan syntax yang berbeda-beda.
Sebagai contoh, dalam Java, class digunakan untuk secara rinci mendefinisikan struktur dan perilaku object. Di Java, class ini mencakup attribute (variable) dan method (function) yang secara spesifik mendefinisikan karakteristik dan aksi dari object yang dibuat.
Sementara itu, dalam Python, class juga memainkan peran serupa dalam mendefinisikan object, namun ditandai dengan syntax yang lebih sederhana dan fleksibel, membuatnya mudah diadaptasi dan digunakan dalam berbagai skenario pemrograman.
Pendekatan ini memungkinkan programmer untuk memilih bahasa yang paling sesuai dengan kebutuhan proyek mereka, sambil tetap memanfaatkan prinsip-prinsip dasar OOP.
Sebagai contoh sederhana, kita dapat mempertimbangkan class ‘Mobil’ dalam konteks pemrograman. Class ini mungkin memiliki attribute seperti ‘merk’, ‘model’, dan ‘tahun’, serta method seperti ‘start()’ dan ‘stop()’.
Sedangkan object adalah instansi dari class ini, seperti ‘mobilToyota’ yang merupakan object dari class ‘Mobil’.
Lalu method dalam class mendefinisikan aksi yang dapat dilakukan oleh object, seperti ‘mobilToyota.start()’, sementara attribute menyimpan data spesifik tentang object, seperti ‘mobilToyota.merk = "Toyota"’.
Contoh di atas menunjukkan perbedaan antara class, object, dan method.
- Object
Yang dimaksud dengan objek pada java adalah sekumpulan software yang terdiri dari variable dan method-method yang terkait. Objek juga merupakan benda nyata yang di buat berdasarkan rancangan yang di definisikan di dalam class
Object adalah instance dari class. Jika class secara umum mepresentasikan (template) sebuah object, sebuah instance adalah representasi nyata dari class itu sendiri. Contoh : Dari class Fruit kita dapat membuat object Mangga, Pisang, Apel, dan lain-lain.
contoh lain :
- Abstraction
Merupakan konsep di mana hanya informasi penting atau relevan yang ditampilkan kepada pengguna, sementara detail implementasi yang kompleks disembunyikan. Abstraction memungkinkan pengembang untuk fokus pada apa yang dilakukan oleh objek daripada bagaimana cara kerjanya
Contoh Abstraction:
Misalnya, dalam sebuah program bank, ada objek "Akun Bank". Abstraction memungkinkan kita untuk menggunakan fungsi seperti "menarik uang" atau "memeriksa saldo", tanpa perlu tahu bagaimana cara penghitungan saldo atau bagaimana data disimpan di dalamnya. Yang ditampilkan hanyalah fungsionalitas penting yang relevan bagi pengguna
- Enkapsulasi
- Inheritance
Inheritance dalam pemrograman, khususnya dalam object-oriented programming (OOP), adalah suatu mekanisme di mana suatu class dapat mewarisi sifat, metode, dan atribut dari class lain.
Inheritance memungkinkan pembentukan class baru yang dikenal sebagai kelas turunan (subclass) atau kelas anak (child class), untuk mengadopsi atribut dan perilaku class yang sudah ada, disebut kelas induk (parent class) atau kelas dasar (base class).
Proses ini menciptakan hierarki class yang efisien, di mana class turunan dapat menggunakan kembali (reuse) kode yang telah ditulis dalam class induk, mengurangi kebutuhan untuk duplikasi kode.
Inheritance juga memfasilitasi polymorphism dan encapsulation, memungkinkan class turunan untuk mengganti atau memperluas fungsionalitas class induk. Proses ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pengembangan dengan mengurangi kode yang berulang, tetapi juga memudahkan pemeliharaan dan pembaruan kode, karena perubahan pada class induk secara otomatis diterapkan pada class turunan.
- Polymorphism
Polymorphism atau polimorfisme merupakan konsep penting dari bahasa pemrograman berbasis objek atau object-oriented programming (OOP) seperti Python dan Java.
Polymorphism tersusun atas dua kata; yaitu poly yang berarti banyak, dan morph yang artinya bentuk. Jika diartikan, polymorphism adalah entitas seperti variabel, function, atau objek lain yang ketika ditampilkan bisa dalam bentuk yang berbeda-beda.
Misalnya dalam contoh nyata, Andi sudah menikah dan memiliki anak. Saat ini, ia bekerja sebagai software engineer di salah satu perusahaan swasta.
Maka jika menerapkan konsep polymorphism, Andi (objek) memiliki tiga karakteristik (wujud) yang berbeda, yaitu sebagai ayah, suami, dan karyawan. Ketiga karakteristik tersebut ditampilkan pada situasi yang berbeda pula.
- Overloading
Comments
Post a Comment